Senin, 02 Februari 2026

Portgas Yang Berusaha Berdamai Dengan Masa Lalu

Bulan sudah berganti dari januari ke febuari, Portgas yang baru saja mendapatkan gaji juga menjalani hari – harinya seperti biasa. Menjaga Pantai untuk tetap kondusif dan nyaman bagi para pengunjung yang datang.

Dia masih fokus pada goals – goals yang sudah ditetapkannya diawal tahun. Meskipun tantang yang menghadangnya adalah dirinya sendiri. Karna sudah sejak lama Portgas menilai bahwa dirinya hanyalah orang yang bodoh.

Portgas Yang Fokus Walaupun Suasana Hatinya Berantakan

Orang yang bodoh adalah orang yang tidak Istimewa dan tidak memiliki kemampuan apapun. Itulah yang sering kali terdengar ditelinga Portgas ketika sedang berjuang dan bekerja keras. Tentu saja label seperti itu tidak datang dan melekat dengan sendirinya.

Ada banyak peristiwa menyakitkan dimasa kecil Portgas. Mulai dari tidak didengar, dihianati, dan diabaikan pernah dialami Portgas saat masih kecil. Tetapi saat ini Portgas berusaha untuk melawan itu semua dan menyembuhkan luka batinnya.

Berdamai Dengan Masa Lalunya

Sepanjang tahun 2025 kemarin, Portgas sudah berusaha untuk menyembuhkan luka batin di hatinya. Meski tahun sudah berganti menjadi 2026, perjuangan Portgas untuk menyembuhkan luka batinnya belum juga selesai.

Bahkan sepertinya masih jauh dari kata selesai, Tetapi Portgas tidak menyerah untuk menyembuhkan luka batinnya tersebut. Hari – hari dilewati seperti biasa, sambil meyakinkan diri bahwa dia bisa mencapai semua goals – goalsnya.

Portgas Yang Sedang Duduk Merenungi Luka Batinnya

Singkatnya, Dia sedang berusaha keras untuk berdamai dengan masa lalunya. Peristiwa – peristiwa menyakitkan yang pernah terjadi saat dirinya masih kecil, perlahan berusaha untuk dia hapus didalam ingatannya.

Cukup sederhana tetapi pada kenyataannya sangat sulit untuk dilakukan. Karna kenangan yang menyakitkan itu sudah mengendap lama didalam hatinya. Jadi butuh kelapangan dada dan kesabaran yang luar biasa untuk menyembuhkannya.

Olahraga Menjadi Kegiatan Pelarian

Seperti yang sudah diceritakan sebelumnya bahwa Portgas adalah seorang penjaga Pantai yang suka sekali berolahraga. Awalnya kegiatan ini hanya bertujuan untuk mendukung fisiknya sebagai seorang penjaga Pantai.

Portgas yang memang menyukai olahraga pun melakukan kegiatan itu dengan sepenuh hati. Dia sangat bersemangat melakukan olahraga yang memang menjadi passionnya. Terutama minisoccer, Lari atau jogging, dan workout.

Tetapi seiring berjalannya waktu, kegiatan ini berubah menjadi sebuah kegiatan pelarian. Dari yang awalnya bertujuan untuk menguatkan fisik, Menjadi kegiatan untuk melupakan sebuah peristiwa yang menyakitkan.

Lari Pagi Merupakan Rutinitas Pagi Portgas

Bisa dibilang, kegiatan olahraga bagi Portgas bukan hanya untuk membakar kalori atau lemak. Tetapi untuk melampiaskan emosi dan rasa sedih yang sudah tertahan lama. Jadi bila Portgas tidak olahraga pada hari itu, maka itu akan menganggu moodnya.

Memang terdengar aneh, Tetapi itulah yang dialami oleh Portgas yang saat ini berprofesi sebagai seorang penjaga Pantai. Bukan hanya membakar lemak, Tetapi juga memori masa lalu yang tidak ingin dia ingat – ingat lagi.

Sebuah ingatan yang menyakitkan, Dimana dia dipaksa melakukan suatu yang sebenarnya tidak ingin dia lakukan. Dan yang lebih menyakitkan lagi bagi Portgas adalah fakta bahwa paksaan itu dilakukan oleh orang tuanya sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar