Rabu, 11 Maret 2026

Luka Batin Dan Kemampuan Yang Terpendam

Dipagi yang cerah dipinggir Pantai dengan lautan biru, Terdengar suara gemuruh gelombang ombak laut dikejauhan. Dibawah pepohonan yang rindang, Duduk seorang pria Bernama Portgas yang sedang bertugas menjaga Pantai.

Seperti biasa, Dia duduk sendirian sambil menikmati secangkir kopi pahit dan beberapa cemilan manis. Terdiam memandangi Pantai dengan pasir putih yang membentang serta jernihnya air laut yang menyegarkan mata.

Portgas Yang Terlihat Senang

Suara kicauan burung khas Pantai tropis juga menambah suasana yang nyaman. Ternyata suasana nyaman ini membuat pikiran Portgas melayang – layang tanpa arah. Dan seringkali pikirannya terbang kearah yang tidak dia inginkan.

Sebuah peristiwa pahit dimasa lalu yang pernah dia alami saat masih kecil. Entah kenapa ingatan itu selalu menghantui pikirannya. Potongan – potongan peristiwa pahit yang pernah terjadi dimasa kecil Portgas.

Perasaan Sedih, Pahit, dan Kecewa Yang Dipendam Terlalu Lama

Ada banyak kenangan pahit yang pernah terjadi dalam hidup Portgas saat dirinya masih kecil. Tetapi dia lebih memilih untuk mengubur rasa sedih, pahit, dan kecewa itu sendiri dibanding menceritakannya pada orang lain.

Awalnya itu tidak masalah, Hingga Portgas menyadari ada hal yang salah pada sikap dan perilakunya. Ternyata perasaan sedih, pahit, dan kecewa yang pernah dialami Portgas dahulu tidak hilang begitu saja setelah dikubur.

Portgas Saat Masih Kecil

Perasaan itu tetap ada tetapi dalam wujud yang berbeda, Dan wujud itu adalah sikap dan perilaku. Tentu sikap dan perilaku yang tidak baik, Seperti emosi dan amarah yang meledak – ledak hanya karna masalah sepele.

Karna ingin merubah sikap itulah Portgas menggali lagi perasaan sedih, pahit, dan kecewa itu. Bukan untuk melukai diri sendiri, Tetapi untuk memaafkan dan Ikhlas pada peristiwa yang pahit tersebut.

Disitu dia juga menyadari bahwa orang tua adalah akar dari rasa sedih, pahit, dan kecewa yang pernah dialami Portgas dimasa lalu. Tidak terpenuhinya espektasi orang tua membuat Portgas selalu dibanding – bandingkan dengan orang lain.

Menahan Semua Beban Perasaan Sendirian

Tidak didengar, Dikhianati, dan diabaikan membuat Portgas yang saat itu masih kecil sangat tertekan. Tubuhnya kurus dan menjadi individu yang pendiam karna takut berbicara. Tidak ada tempat aman untuk meluapkan perasaan dan isi hati yang tertekan.

Jadi pilihan lain yang bisa diambil selain dengan cara memendam perasaan yang menyedihkan tersebut. Hal itu membuat Portgas memiliki luka batin dihatinya. Dan luka batin itulah yang saat ini mengganggu semangat serta pikirannya.

Portgas Mengetahui Salah Satu Kelebihannya

Seperti yang sudah diceritakan sebelumnya bahwa Portgas mempelajari hal – hal baru ditahun 2026 ini. Awalnya dia hanya ingin membuat pikirannya sibuk untuk belajar, Sehingga tidak ada celah lagi dipikirannya untuk mengingat – ingat luka batinnya.

Karna luka batin yang sering kambuh pada tahun 2025 kemarin sangat menganggu dan menguras tenaganya. Jadi membuat pikirannya sibuk dengan cara mempelajari hal – hal baru adalah Tindakan yang lebih produktiv.

Portgas Yang Sedang Fokus Membaca Buku

Dan hal baru yang dia pelajari adalah memahami cara berinvestasi di pasar modal. Mulai dari apa itu saham, Emiten, kenapa bisa naik dan turun, dan lain sebagainya. Tentu itu semua membutuhkan fokus untuk memahaminya.

Meskipun awalnya Portgas memang tidak mengerti apapun tentang pasar modal ataupun saham. Tetapi seiring berjalannya waktu, Portgas pun memahaminya. Setidaknya dia mengetahui tentang Perusahaan apa yang ingin dia investasikan.

Dan dia pun ikut berinvestasi di Perusahaan yang sudah dia Analisa sebelumnya. Ternyata Keputusan Portgas untuk memahami pasar modal juga membuatnya memahami salah satu kelebihannya.

Yaitu bisa melakukan analisa yang cukup mendalam walaupun dengan sumber informasi yang terbatas. Dia menikmati kegiatan menganalisa sebuah emiten yang melantai dibursa saham. Baginya itu bukanlah kegiatan yang membosankan, Tetapi menyenangkan.

Portgas Yang Mempelajari Hal - Hal Baru

Hal itu membuat Portgas bisa mengambil sedikit keuntungan dari pasar modal. Meskipun pada awalnya dia mengalami beberapa kerugian. Tetapi karna Portgas melakukannya dengan hati yang senang, Maka dia pun mempelajarinya dengan lebih fokus dan mendalam.

Mengatur Pola Pikir

Setelah mengetahui salah satu kelebihannya, Portgas mulai mengatur pola pikirnya. Salah satunya adalah memperbanyak bersyukur. Dimana dia bisa menghasilkan uang ditempat yang menjadi favoritnya, Yaitu Pantai.

Memang gajinya tidak seberapa, Tetapi gajinya cukup untuk membuatnya bisa hidup dengan layak. Seperti makan 3 kali sehari, tempat tinggal yang layak, rekan – rekan kerja yang baik dan tidak toxic.

Portgas Yang Semakin Percaya Diri

Bahkan selain hidup layak, Gajinya yang tidak seberapa itu juga membuat Portgas tetap bisa melakukan investasi di pasar modal. Kekurangan Portgas memang hanya pada masa lalu yang kurang beruntung.

Luka batin yang sudah lama dipendamnya itu sering kambuh dan membuat mood Portgas rusak sepanjang hari. Tetapi Portgas tidak menyerah, Dia terus berusaha untuk menyembuhkan luka batinnya itu dan Ikhlas untuk menerima takdirnya tersebut.