Senin, 02 Maret 2026

Si Periang Itu Tiba – Tiba Menjadi Pendiam

Portgas bukanlah satu – satunya orang yang bekerja menjadi seorang penjaga Pantai di tempat tersebut. Dia juga memiliki beberapa rekan – rekan yang juga ikut menjaga agar suasana Pantai tetap kondusif dan terkendali.

Tetapi beberapa bulan kebelakang, Portgas lebih banyak merenung sendirian disebuah tempat saat sedang bekerja. Dia menyendiri sambil menikmati kopi, Lalu bengong dengan menatap kearah Pantai.

Awalnya dia adalah orang yang periang dan suka berbicara dengan para pengunjung di Pantai tempatnya bekerja. Bahkan sesekali dia juga bercanda dengan para pengunjung tersebut.

Portgas Yang Sedang Berjalan Sendirian Sambil Menikmati Kopi

Tetapi semenjak luka batinnya sering kambuh, Dia memilih untuk menyendiri seperti menghindari interaksi dengan orang lain. Dia hanya berinteraksi seperlunya saja dan langsung pada intinya.

Padahal dulu dia sering ikut bermain minisoccer bersama dengan tetangga, teman – teman, dan rekan – rekan kerjanya. Awalnya Tindakan Portgas itu memang membingungkan rekan – rekan kerjanya.

Bagaimana mungkin orang yang periang menjadi pendiam. Tetapi seiring berjalannya waktu, Rekan – rekan kerjanya pun memakluminya. Portgas membutuhkan ruang untuk memulihkan luka batin yang sudah lama dia pendam.

Menyendiri Bukan Berarti Tidak Peduli

Memang saat berkerja sebagai seorang penjaga Pantai, Portgas lebih banyak berdiam diri lalu menikmati kopi sambil mengawasi kondisi Pantai. Dan bila pengunjung Pantai sedang sepi, Maka dia lebih memilih untuk membaca buku.

Dia merasa lebih nyaman bekerja seperti itu, Dibandingkan mengobrol dengan rekan kerjanya. Tetapi bukan berarti Portgas tidak peduli dengan kondisi rekan – rekan kerjanya. Sesekali dia juga terlibat dalam obrolan Panjang dengan mereka.

Portgas Yang Sedang Duduk Sendirian

Tetapi bila topiknya berubah menjadi forum gossip, Portgas pun langsung meninggalkan forum tersebut dengan berbagai alasan. Sebenarnya Portgas senang mengobrol dengan orang lain, entah itu rekan kerjanya atau pengunjung Pantai.

Tetapi bila topiknya kearah hal yang kurang penting seperti membicarakan kekurangan orang lain, Maka dia akan langsung kehilangan minat. Bila itu terjadi, Maka Portgas akan lebih memilih untuk memisahkan diri dari obrolan tersebut.

Jadi jelas, sikap Portgas yang berubah menjadi pendiam dan suka memisahkan diri bukan berarti tidak peduli. Dia hanya berusaha untuk menjaga hatinya tetap tenang dan tidak terbebani oleh apapun, Karna Luka batinnya sudah cukup melelahkan pikiran dan perasaannya.

Sendiri Bukan Berarti Kesepian

Manusia adalah mahluk social, Jadi jelas bersosialisasi dengan orang lain itu penting. Dan menurut Portgas, Manusia bisa berkembang melalui kolaborasi serta hubungan yang sehat dilingkungan yang tepat.

Sendirian Seringkali Membuat Hati Portgas Merasa Lebih Tenang

Jadi Tindakan menutup diri adalah Tindakan yang kurang tepat. Dan disini Portgas bukan menutup diri, Tetapi menyaring serta mencari kolaborasi yang tepat dengan hubungan yang sehat.

Portgas bisa saja terlihat akrab dengan orang yang baru saja dia temui. Bila memang orang itu memiliki minat dan pola pikir yang sama dengan dirinya. Tetapi Portgas bisa saja menjadi sangat pendiam saat bertemu dengan teman lamanya, Bahkan seperti orang yang belum kenal.

Hal itu karna teman lamanya tidak memiliki minat dan pola pikir yang sama dengan Portgas. Jadi bagi Portgas, kesendirian bukan berarti kesepian. Bila memang orang – orang disekelilingnya tidak membuatnya nyaman, Maka dia lebih memilih untuk menyendiri.

Seperti yang sudah pernah dibahas sebelumnya bahwa Portgas mulai bersikap apa adanya. Hal itu terjadi karna memang dirinya sudah tidak bisa lagi menahan beban luka batinnya. Dan menurutnya cara untuk mengurangi beban tersebut adalah bersikap apa adanya.

Terkadang Melakukan Snorkeling Sendirian

Lebih baik duduk sendirian dibandingkan dikelilingi oleh teman – teman yang tidak memiliki pola pikir serta minat yang sama. Hal itu hanya akan menambah potensi beban batin yang cukup melelahkan.

Portgas sangat sadar, Profesinya sebagai seorang penjaga Pantai membutuhkan Kerjasama tim yang solid. Jadi dia menyadari kapan harus berjalan sendiri, dan kapan harus berjalan bersama – sama sebagai sebuah kelompok.

Jadi kesendiriannya bukan berarti dirinya kuat menghadapi segalanya. Tetapi dia sedang memilih untuk berkolaborasi sekaligus menjalin hubungan yang sehat dengan rekan – rekan yang tepat.

Terus Berdoa, Berusaha, Dan Beryukur

Fokus pada goals – goals yang sudah ditetapkan diawal tahun 2025, bukan berarti pertanyaan yang sering menghantui pikirannya hilang. Dan pertanyaan itu adalah “Sampai kapan kamu akan seperti ini ?”.

Sebuah pertanyaan sederhana tetapi sulit untuk dijawab oleh Portgas. Tetapi dibandingkan memikirkan jawaban dari pertanyaan tersebut. Portgas lebih memilih untuk menyibukkan diri dengan fokus pada goals – goalsnya.

Bekerja Sungguh - Sungguh Adalah Wujud Dari Rasa Syukur Portgas

Dia juga tidak lupa untuk selalu bersyukur karna selama tahun 2025 kemarin, tubuhnya sudah diberikan Kesehatan dan kekuatan untuk bekerja mencari rezeki yang halal.

Walaupun ditahun tersebut, Portgas juga lebih banyak bertarung dengan pikirannya sendiri. Bagi Portgas, Luka batin yang sudah dipendam lama memang sulit untuk dikalahkan.

Solusi yang dia gunakan saat ini adalah membuat dirinya tetap sibuk. Hingga pikirannya tidak lagi memiliki ruang untuk memikirkan pertanyaan yang selalu menghantuinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar