Hari – Hari dijalani seperti biasa oleh Portgas sebagai seorang penjaga Pantai. Dia melakukan semua pekerjaannya dengan baik. Dia juga dikenal sebagai orang yang bertanggung jawab dengan tugas – tugasnya sebagai seorang penjaga Pantai.
Meskipun akhir – akhir ini dia sangat terobsesi dengan kegiatan olahraganya untuk melatih kebugaran tubuhnya. Tetapi tujuannya adalah agar tidak cepat capek ketika sedang bermain minisoccer bersama para tetangganya.
![]() |
| Portgas Yang Sedang Memandangi Senja |
Padahal para tetangganya bermain minisoccer hanya untuk bersenang – senang dan mencari keringat. Tetapi Portgas tetap ingin menampilkan yang terbaik atau setidaknya tidak terlalu mengecewakan.
Rutinitasnya untuk melatih fisik pun disambut baik oleh para rekan – rekannya sesama penjaga Pantai. Karna pada dasarnya hal itu juga akan meringankan pekerjaan rekan – rekannya.
Maklum menjadi seorang penjaga Pantai juga membutuhkan fisik yang bugar. Selain itu para wisatawan juga membutuhkan rasa aman dan nyaman saat berkunjung ke pantai tempatnya bekerja.
Bisa dibilang, Portgas adalah orang yang cukup cekatan saat bertugas. Hal itu membuat para wisatawan merasa lebih nyaman dan tenang saat dia sedang bertugas.
![]() |
| Portgas Yang Berlatih Melakukan Jugling Bola |
Ditambah sikap Portgas yang bersahabat dan mampu mencairkan suasana yang kaku. Dan semua itu dilakukan Portgas dengan hati yang senang dan Ikhlas untuk membantu.
Dari sini jelas, Kehidupan Portgas relative tidak memiliki masalah dan beban yang berarti. Walaupun sebenarnya gajinya sebagai seorang penjaga pantai tidak terlalu besar, Tetapi Portgas tetap merasa bersyukur.
Pikiran Dan Hati Yang Gelisah
Meskipun memiliki hidup yang tenang, Ternyata didalam hatinya Portgas menyimpan kegelisahan yang cukup mendalam. Hal itu membuat pikirannya kerap terganggu karena hatinya yang tiba - tiba merasa gelisah.
Seperti yang sudah dibahas pada artikel sebelumnya, Gaji Portgas sebagai seorang penjaga Pantai tidaklah seberapa. Hanya cukup untuk kehidupannya sehari – hari serta membeli beberapa barang yang kira – kira dibutuhkan.
![]() |
| Hati Yang Gelisah Membuat Pikiran Tidak Tenang |
Meski begitu dia tetap berikhtiar untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Portgas memang dikenal sebagai orang yang bekerja keras dan cekatan. Dia juga tetap berusaha menyenangkan keluarganya dengan cara membagi sebagian rezeki yang dia dapatkan.
Portgas sendiri merantau dari kampung halamannya karna menilai tidak adanya peluang disana. Hingga akhirnya takdir menjadikannya sebagai seorang penjaga Pantai. Dia pun bersyukur dan rasa syukur itu diwujudkan dengan cara bekerja sepenuh hati dan Ikhlas.
Sementara sebagian teman kecilnya dikampung sudah mendapatkan pekerjaan yang hasilnya sangat lumayan. Bahkan cukup untuk membangunkan rumah bagus untuk kedua orang tuanya dikampung.
Selain gajinya yang tidak terlalu besar, Ternyata fakta tersebut juga menambah kegelisahan hati Portgas. Dimana temannya sudah lebih maju sementara dia merasa bahwa dirinya hanya diam ditempat.
Banyak orang menyatakan bahwa hidup ini bukanlah kompetisi, Lalu kenapa Portgas merasa tertinggal ?. Memang faktanya teman - temannya dikampung sudah bisa membangun rumah untuk kedua orang tuanya dikampung.
![]() |
| Portgas Yang Sedang Memungut Sampah Dipantai |
Sementara dirinya hanya mampu memenuhi kebutuhan hidupnya sehari – hari. Padahal dia sudah sangat bekerja keras untuk mendapatkan hasil yang lumayan. Tetapi kenyataannya berkata lain, Hal itu membuat hati Portgas bersedih.
Memang terkadang Portgas merasa bahwa hidup ini tidak adil. Tetapi Portgas tetap percaya bahwa semua usaha akan dibayar, Tidak ada yang sia - sia. Itulah prinsip yang dipegang kuat oleh Portgas.
Dan prinsip itu jugalah yang menjadi menghibur hati Portgas sedang gelisah. Portgas sendiri sempat berfikir untuk berhenti dari pekerjaannya. Tetapi niat itu diurungkan karna Portgas menyukai pekerjaannya sebagai seorang penjaga Pantai.
Senang Bertemu Orang Baru
Salah satu hal yang membuat Portgas enggan untuk berhenti menjadi seorang penjaga Pantai adalah dia berkesempatan berkenalan dengan orang – orang baru disetiap harinya. Hal itu memberikan kepuasan batin tersendiri bagi Portgas.
Karna dengan berkenalan dengan orang baru membuatnya memiliki sudut pandang serta pola pikir yang baru. Portgas pun bersyukur dengan apa yang sudah dia miliki saat ini, Pekerjaan yang menyenangkan dan tubuh yang sehat.
![]() |
| Mencoba Untuk Selalu Beryukur |
Ditambah lagi, Portgas juga memiliki rekan - rekan kerja yang baik. Membuat lingkungan kerja menjadi nyaman dan tidak toxic. Tentu saja Portgas sangat bersyukur bisa berada dilingkungan kerja seperti itu.
Dan seperti yang sudah dibahas sebelumnya, Rasa syukur itu diwujudkan Portgas dengan cara kerja keras. Melakukan tugas dengan sebaik mungkin tanpa mengeluh sedikitpun.
Walaupun sebenarnya bayaran yang dia terima sebagai seorang penjaga pantai tidak terlalu besar. Tetapi semua terasa ringan untuk dikerjakan selama batin dan hatinya senang.
Berfikir Untuk Berhenti
Selain berkenalan dengan orang – orang baru, Portgas juga sangat menyukai suasana Pantai. Air laut yang jernih, bunyi gelombang air laut yang menghantam bibir Pantai dengan lembut.
Serta pemandangan pasir putih yang bersih dengan pepohonan kelapa. Bisa dibilang inilah faktor yang membuat Portgas terus bertahan dan selalu berfikir ulang untuk berhenti.
Pernah suatu kali Portgas diajak temannya untuk bekerja menjaga hutan dari sampah – sampah. Tetapi baru beberapa hari Portgas sudah tidak betah dan meminta untuk berhenti.
![]() |
| Portgas Yang Senang Menemani Pengunjung Bermain Voli Dipantai |
Hal itu disebabkan oleh badan Portgas yang tidak kuat dengan udara dingin. Ditambah lagi dengan serangan nyamuk dan pacet yang selalu mengigit tubuhnya. Belum lagi dia tidak banyak bertemu dengan orang – orang baru didalam hutan.
Karna disana dia lebih banyak bertemu dengan hewan – hewan liar, Seperti monyet dan babi hutan. Akhirnya dia pun memutuskan untuk berhenti dan Kembali menjadi seorang penjaga Pantai. Dan sejak saat itu Portgas pun bersyukur dengan pekerjaan yang dia miliki.
Suasana kerja yang nyaman, udara yang cocok dengan tubuhnya, dan bisa bertemu dengan orang – orang baru setiap harinya. Benar – benar hidup yang menyenangkan, Dia pun sadar bahwa konflik atau masalahnya datang dari dalam pikirannya saja.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar