Senin, 16 Juni 2025

Perasaan Kesal Membuat Portgas Dalam Kesulitan

Seperti hari – hari sebelumnya, Portgas terus bekerja dengan semangat sebagai seorang penjaga Pantai. Dia menjaga agar Pantai tetap kondusif sekaligus membuat para tamu yang datang betah berlama – lama dipantai.

Dimata teman – temanya mungkin Portgas bekerja terlalu keras, Padahal gaji yang dia terima tidak terlalu besar. Tetapi Portgas tetap menjalani pekerjaannya dengan semangat, Karna memang itu adalah wujud dari rasa syukurnya.

Maklum saja, Portgas tidak memiliki banyak pilihan dalam hidupnya selain menjadi seorang penjaga Pantai. Jadi itulah yang membuatnya selalu bersemangat hingga melatih fisiknya setiap hari agar menunjang pekerjaannya.

Portgas Yang Sedang Melakukan Jogging Dipagi Menjelang Siang

Suatu ketika saat sedang bekerja di Pantai, Portgas merenung dan terdapat 1 tanda tanya besar didalam kepalanya. Pertanyaan itu adalah “Apakah dia akan selamanya menjadi seorang penjaga Pantai?”.

Pertanyaan ini muncul karna dia sadar bahwa kekuatan fisiknya tidak akan bisa bertahan selamanya. Suatu hari tubuhnya akan menua dan kemampuan fisik pun akan menurun seiring dengan betambahnya usia.

Jadi ketika hari itu tiba, Apa yang akan Portgas lakukan ? Apakah dia masih terus menjadi seorang penjaga pantai ? Apakah dirinya masih dibutuhkan dipantai tersebut ? Itulah pertanyaan - pertanyaan lanjutan yang ada dipikirannya.

Nasehat Yang Terdengar Menghakimi

Ditengah – tengah renungannya itu tiba – tiba ada seorang pria gagah yang menegurnya. Dan seseorang itu merupakan salah satu wisatawan yang sedang berkunjung ke pantai tempat Portgas bertugas.

Bila dilihat dari fisiknya, Sepertinya orang itu berumur sekitar 50 - 60 tahunan. Dan orang itupun memberikan beberapa nasehat yang sebenarnya cukup bagus, Hanya saja diwaktu yang salah.

Portgas Yang Terlihat Sangat Kesal

Hal itu membuat Portgas berpendapat bahwa itu bukanlah sebuah nasehat. Itu Hanya sebuah omong kosong yang terdengar seperti menghakimi. Karna faktanya, orang itu tidak mengetahui apapun tentang kehidupan Portgas.

Tetapi orang itu malah berlagak seolah mengetahui segalanya tentang kehidupan Portgas. Mulai dari pekerjaannya hingga pola pikirnya. Dan tanpa bertanya apapun, Orang itu langsung memberikan penilaian.

Dan tanpa ragu - ragu menasehatinya, Tentu ini membuat Portgas merasa sedikit kesal dan tidak senang. Sebut saja seorang pengunjung ini dengan nama Adit. Memang bila dilihat dari umurnya, Adit jauh diatas Portgas.

Tetapi itu tetap tidak bisa menjadi alasan untuk bersikap sok tahu. Walaupun sudah sangat jelas bahwa Adit memiliki pengalaman hidup yang jauh lebih banyak dibandingkan Portgas.

Membaca Adalah Salah Satu Kegiatan Yang Dilakukan Portgas Saat Kesal

Ditambah lagi penampilan Adit yang cukup berwibawa dengan tubuh yang atletis. Walaupun umurnya sudah tidak muda lagi. Itu jelas membuat aura Adit terlihat lebih dominan dan kata - katanya cukup layak untuk didengar.

Tetapi Portgas sudah terlanjut kesal pada orang itu karna sikapnya yang sok tahu. Dan Portgas lebih memilih untuk mengabaikan kata - katanya. Ternyata selain sok tahu, Ada beberapa hal yang membuat Portgas kesal dengan Adit.

Bekejalah Dengan Sungguh – Sungguh

Seperti yang sudah diceritakan sebelumnya, Portgas merupakan seorang penjaga Pantai yang ramah pada semua orang. Terutama orang – orang yang berkunjung ke Pantai tempatnya bekerja.

Dia juga tidak segan membantu para pengunjung yang sedang membutuhkan bantuannya. Seperti meminta tolong membelah buah kelapa, mengajari cara melakukan snorkeling, Terkadang bahkan dia ikut bermain voli bersama para pengunjung.

Portgas Yang Menemani Wisatawan Dengan Bermain Voli

Lalu tidak lupa sambil memberikan hiburan untuk para pengunjung dengan leluconnya. Intinya Portgas selalu berusaha semaksimal mungkin untuk membuat para pengunjung senang.

Dan kesenangan itu akan memberikan pengalaman yang tidak terlupakan. Portgas berharap para pengunjung itu akan kembali berkunjung ke pantai tersebut dengan teman - temannya yang lain.

Perlu diingat, Semua itu dilakukan Portgas tanpa memungut biaya sepeser pun. Dia bekerja dengan ikhlas dan hati yang lapang. Walaupun gajinya yang diterima tidak seberapa bila dibandingkan tenaga yang harus dikeluarkan.

Meskipun terkadang ada juga beberapa pengunjung yang memberikannya sedikit uang karna sudah merasa terhibur dengan kehadiran Portgas. Mereka merasa bahwa Portgas layak untuk dibayar karna pelayannya yang baik ke pengunjung.

Menemani Sekaligus Mengajarkan Cara Snorkeling

Perlu diingat bahwa Portgas tidak pernah memintanya, Apalagi mematok harga. Jadi bisa dibilang Portgas melakukan semua itu dengan sukarela tanpa ada bayaran yang pasti. Tentu saja tidak semua orang mau bersedia melakukannya.

Portgas adalah salah satu dari sedikit orang yang bersedia untuk melakukan hal tersebut. Lalu apakah mentalitas seperti ini bukan termasuk bekerja dengan sungguh – sungguh ?. 

Inilah yang membuat Portgas sedikit kesal dengan nasihat Adit yang menyatakan “Bila ingin sukses, Kau harus bekerja dengan sungguh – sungguh Portgas”. Wajar bila Adit berkata demikian, Karna memang dia tidak tahu apa – apa tentang Portgas.

Rekan Kerja Yang Salah Paham

Setelah selesai dinasehati oleh Adit, Portgas pun bergegas Kembali fokus bekerja. Dia pun melihat rekan kerjanya yang sedang mengisi data dan bertanya sesuatu pada Portgas dengan nada bercanda.

Kawannya itu nenyinggung masalah asmara Portgas dengan Hannah beberapa waktu lalu. Tetapi karna hatinya sedang tidak enak setelah dinasehati oleh Adit, Maka Portgas meresponnya dengan salah.

Hampir terjadi perkelahian antara portgas dengan rekan kerjanya, Beruntung saat itu masih bisa diredakan karna ada rekan kerjanya yang lain. Alhasil perkelahian itu pun bisa terhindarkan.

Hingga pada akhirnya Portgas bisa berbaikan dengan rekan kerjanya itu dihari yang sama. Memang mudah untuk menasehati seseorang tanpa mengetahui alasan sebenarnya dari tindakan orang tersebut. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar