Tahun sudah berganti dari 2025 menjadi 2026, Pergantian tahun kali ini Portgas berada di Pantai. Keberadaannya di Pantai bukan untuk liburan atau seru – seruan bersama teman – temannya, Tetapi untuk bekerja.
Karna memang dia adalah seorang penjaga Pantai, Jadi bukanlah hal aneh bila Portgas ada di Pantai pada saat malam pergantian tahun. Dia disana untuk memastikan semua aman dan terkendali.
Sambil menjalankan tugasnya sebagai seorang penjaga Pantai, Dia pun terlarut dalam pikiran dan mamunannya sendiri. Pertanyaan lama yang menghantui hati dan pikirannya pun mulai muncul. “Sampai kapan kamu akan seperti ini ?”.
![]() |
| Portgas Yang Menikmati Sunset Menjelang Malam Tahun Baru |
Pertanyaan yang sebenarnya cukup sederhana, Tetapi cukup membuat Portgas berfikir Panjang untuk menemukan jawabannya. Memang efek luka batin yang sudah lama menggores hatinya itu sulit disembuhkan.
Hal itu membuat dia kehilangan beberapa kesempatan yang sudah ada didepan mata. Salah satunya adalah menolak ajakan teman lamanya untuk bekerja paruh waktu. Padahal pekerjaan yang ditawarkan cukup mudah dan bayarannya juga lumayan.
Pekerjaan yang ditawarkan juga tidak menganggu pekerjaan utama Portgas sebagai seorang penjaga Pantai. Tetapi karna Portgas merasa ragu pada dirinya sendiri dan tidak percaya diri, Maka tawaran itu dia tolak.
Alhasil, Sejak saat itu teman lamanya itu tidak pernah lagi menawarinya pekerjaan yang serupa pada Portgas. Walaupun teman lamanya itu sebenarnya sangat membutuhkan keterlibatan Portgas pada pekerjaannya itu.
Melepas Kesempatan Karna Ragu – Ragu
Rasa tidak percaya diri atau bahkan rendah diri Portgas saat itu tidak muncul tiba – tiba. Tetapi itu adalah efek dari luka batin dimasa kecilnya. Dimana saat itu dia dipaksa untuk menguasai semua mata Pelajaran sekolah.
![]() |
| Sering Kali Trauma Masa Lalu Itu Muncul |
Karna Portgas tidak bisa melakukannya, Maka Portgas harus mempelajarinya lebih keras sampai bisa menguasainya. Dan hasilnya, Portgas tetap tidak bisa menguasai sebagaian besar mata Pelajaran tersebut.
Hanya Sebagian kecil yang mampu dikuasai oleh Portgas, Dan itu adalah mata Pelajaran olahraga. Badan Portgas memang sudah terlihat gesit sejak kecil, Bahkan sering kali main kejar – kejaran bersama teman – temannya saat sedang istirahat.
Dari situ terlihat bahwa kecepatan lari Portgas diatas rata – rata teman sebayanya. Ditambah lagi dia juga lincah dan terampil dalam hal kekuatan fisik. Itulah sebabnya, saat ini dia sangat menikmati profesinya sebagai seorang penjaga Pantai.
Meskipun begitu, orang tua Portgas tetap tidak peduli dan memaksanya untuk belajar lebih keras untuk menguasai semua mata Pelajaran akademiknya. Lagi – lagi hasil yang dia dapatkan masih saja mengecewakan.
Respon orang tua pun masih sama, Memaksa Portgas untuk belajar lebih keras agar bisa melakukannya. Dan kegagalan itu pun terus berlanjut dari tahun ke tahun. Dimarahi dan dihakimi oleh orang tua sudah menjadi makanan Portgas dari tahun ke tahun.
![]() |
| Portgas Yang Bejalan Sendirian Di Pinggir Pantai |
Tepatnya setiap tahun ajaran berganti atau serah terima rapot. Hal ini ternyata menimbulkan rasa tidak percaya diri dan rasa takut salah sebelum mencoba. Walaupun sudah dewasa tetapi perasaan ini terus dibawa oleh Portgas.
Hal itulah yang membuat Portgas menolak tawaran pekerjaan dari teman lamanya itu. Dan hal itu menjadi kesalahan Portgas di tahun 2025 yang dia sesalkan. Tetapi nasi sudah menjadi bubur, Jadi Portgas harus fokus untuk membuat bubur itu terasa lebih nikmat.
Lebih Mengenal Diri Sendiri
Walaupun ada beberapa kesempatan bagus yang dilewatkan Portgas pada tahun 2025, Dia tetap bersyukur dengan semua yang sudah terjadi. Setidaknya dia masih bisa menghasilkan uang dari profesinya sebagai seorang penjaga Pantai.
Tentu saja harapannya pada tahun 2026 ini, Dia bisa terbebas atau bahkan sembuh dari luka batin yang selama ini menghantuinya. Tetapi dengan luka batin itu, Portgas bisa lebih mengenal dan mengetahui siapa dirinya.
![]() |
| Portgas Saat Menjadi WO (Wedding Organizer) |
Mulai dari apa yang dia suka dan tidak, Lalu kelemahan dan kekuatannya. Dari situ dia serusaha keras untuk berdamai dengan masa lalunya. Dan memaafkan kesalahan kedua orang tuanya, Meskipun itu dengan cara menjaga jarak.
Dia juga sadar bahwa tantangan hidup kedepannya akan menjadi lebih menantang. Jadi dia selalu memfokuskan apa yang bisa dia lakukan saat ini. Lalu mempelajari hal – hal baru yang memang disukai olehnya.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar