Rabu, 18 Maret 2026

Bersyukur Untuk Sembuh

Setiap orang memiliki ujiannya masing – masing yang harus dia hadapi. Entah itu dalam hal ekonomi, Kesehatan, keturunan, keluarga, dan lain sebagainya. Begitu juga dengan Portgas yang saat ini berprofesi sebagai seorang penjaga pantai.

Dimana tempatnya bekerja memiliki pemandangan Pantai yang indah khas Pantai tropis. Pasir putih yang membentang dengan hamparan air laut dan langit yang biru. Suara ombak dan burung yang memanjakan telinga.

Portgas Yang Berusaha Untuk Bersyukur Dan Befikir Positif

Tentu saja tidak semua orang bisa punya kesempatan untuk menikmati pemandangan seindah itu sambil mencari nafkah. Walaupun gaji yang diterima oleh Portgas sebagai seroang penjaga Pantai tidak begitu besar.

Tetapi bagi Portgas, Gajinya yang tidak seberapa itu bukanlah masalah. Karna masalah berat yang dihadapinya saat ini adalah luka batin dihatinya. Berbagai cara dilakukan Portgas untuk menyembuhkan luka batinnya yang memang sudah dipendam sangat lama.

Belajar Untuk Ikhlas Dan Bersyukur

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, Saat ini Portgas lebih sering menghabiskan waktunya sendirian. Dalam kesendiriannya itu, Pikirannya selalu terbang secara liar kesegala arah. Dan biasanya mengingatkannya pada hal – hal yang buruk dimasa kecil.

Meskipun begitu dia tetap berusaha untuk selalu bersyukur dengan takdirnya saat ini. Walaupun gajinya sebagai seorang penjaga Pantai tidak besar, Tetapi setidaknya dia masih bisa menikmati suasana Pantai tropis yang indah.

Selain itu Portgas juga memiliki fisik yang kuat dan tubuh yang sehat. Tentu saja itu merupakan nikmat yang tidak semua orang bisa menikmatinya. Dibanding selalu memikirkan apa yang tidak dimiliki, Lebih baik bersyukur dengan apa yang sudah kita miliki.

Portgas Mulai Bersyukur Dan Menikmati Apa Yang Sudah Dimiliki

Portgas selalu berusaha agar hal – hal positif seperti itu tertanamkan didalam pikirannya. Tujuannya jelas, Supaya dirinya tidak lagi larut dalam kesedihan karna peristiwa – peristiwa menyakitkan yang pernah terjadi pada masa kecilnya.

Bila memang hal menyakitkan itu masih belum bisa disembuhkan dalam jangka waktu dekat. Maka Portgas tetap berusaha untuk membuat dirinya terbiasa dengan luka batin yang sudah mengendap lama dihatinya.

Hingga akhirnya Portgas merasa baik – baik saja karena memang sudah terlalu lelah untuk merasakannya. Konflik inilah yang sering terjadi didalam pikirannya, Itulah alasan kuat kenapa Portgas lebih memilih untuk menyendiri.

Ingin Sembuh Dari Luka Batin

Pada intinya sebenarnya Portgas hanya ingin sembuh dari bagian dirinya yang tidak pernah bisa dia ceritakan pada siapapun. Memang terkadang otak selalu memutar suatu ingatan yang tidak bisa dihapus oleh hati.

Portgas merupakan anak laki – laki yang sangat sayang pada orang tuanya. Tetapi disaat yang sama orang tuanya jugalah yang menjadi penyebab luka dihatinya. Portgas hidup dengan perasaan yang membingungkan ini.

Rutin Melakukan Olahraga Dipagi Hari

Portgas memang tidak ingin jauh dari kedua orang tuanya, Tetapi disaat yang sama pula tubuhnya seperti menegang saat sedang berinteraksi dengan keduanya. Seolah sedang berhadapan dengan musuh yang siap untuk menikamnya.

Karena Portgas sudah tidak tahan dengan semua itu, Maka dia memutuskan untuk bersikap jujur apa adanya. Dia pun mengambil Keputusan untuk sementara waktu menjaga jarak dengan kedua orang tuanya.

Rabu, 11 Maret 2026

Luka Batin Dan Kemampuan Yang Terpendam

Dipagi yang cerah dipinggir Pantai dengan lautan biru, Terdengar suara gemuruh gelombang ombak laut dikejauhan. Dibawah pepohonan yang rindang, Duduk seorang pria Bernama Portgas yang sedang bertugas menjaga Pantai.

Seperti biasa, Dia duduk sendirian sambil menikmati secangkir kopi pahit dan beberapa cemilan manis. Terdiam memandangi Pantai dengan pasir putih yang membentang serta jernihnya air laut yang menyegarkan mata.

Portgas Yang Terlihat Senang

Suara kicauan burung khas Pantai tropis juga menambah suasana yang nyaman. Ternyata suasana nyaman ini membuat pikiran Portgas melayang – layang tanpa arah. Dan seringkali pikirannya terbang kearah yang tidak dia inginkan.

Sebuah peristiwa pahit dimasa lalu yang pernah dia alami saat masih kecil. Entah kenapa ingatan itu selalu menghantui pikirannya. Potongan – potongan peristiwa pahit yang pernah terjadi dimasa kecil Portgas.

Perasaan Sedih, Pahit, dan Kecewa Yang Dipendam Terlalu Lama

Ada banyak kenangan pahit yang pernah terjadi dalam hidup Portgas saat dirinya masih kecil. Tetapi dia lebih memilih untuk mengubur rasa sedih, pahit, dan kecewa itu sendiri dibanding menceritakannya pada orang lain.

Awalnya itu tidak masalah, Hingga Portgas menyadari ada hal yang salah pada sikap dan perilakunya. Ternyata perasaan sedih, pahit, dan kecewa yang pernah dialami Portgas dahulu tidak hilang begitu saja setelah dikubur.

Portgas Saat Masih Kecil

Perasaan itu tetap ada tetapi dalam wujud yang berbeda, Dan wujud itu adalah sikap dan perilaku. Tentu sikap dan perilaku yang tidak baik, Seperti emosi dan amarah yang meledak – ledak hanya karna masalah sepele.

Karna ingin merubah sikap itulah Portgas menggali lagi perasaan sedih, pahit, dan kecewa itu. Bukan untuk melukai diri sendiri, Tetapi untuk memaafkan dan Ikhlas pada peristiwa yang pahit tersebut.

Disitu dia juga menyadari bahwa orang tua adalah akar dari rasa sedih, pahit, dan kecewa yang pernah dialami Portgas dimasa lalu. Tidak terpenuhinya espektasi orang tua membuat Portgas selalu dibanding – bandingkan dengan orang lain.

Menahan Semua Beban Perasaan Sendirian

Tidak didengar, Dikhianati, dan diabaikan membuat Portgas yang saat itu masih kecil sangat tertekan. Tubuhnya kurus dan menjadi individu yang pendiam karna takut berbicara. Tidak ada tempat aman untuk meluapkan perasaan dan isi hati yang tertekan.

Jadi pilihan lain yang bisa diambil selain dengan cara memendam perasaan yang menyedihkan tersebut. Hal itu membuat Portgas memiliki luka batin dihatinya. Dan luka batin itulah yang saat ini mengganggu semangat serta pikirannya.

Portgas Mengetahui Salah Satu Kelebihannya

Seperti yang sudah diceritakan sebelumnya bahwa Portgas mempelajari hal – hal baru ditahun 2026 ini. Awalnya dia hanya ingin membuat pikirannya sibuk untuk belajar, Sehingga tidak ada celah lagi dipikirannya untuk mengingat – ingat luka batinnya.

Karna luka batin yang sering kambuh pada tahun 2025 kemarin sangat menganggu dan menguras tenaganya. Jadi membuat pikirannya sibuk dengan cara mempelajari hal – hal baru adalah Tindakan yang lebih produktiv.

Portgas Yang Sedang Fokus Membaca Buku

Dan hal baru yang dia pelajari adalah memahami cara berinvestasi di pasar modal. Mulai dari apa itu saham, Emiten, kenapa bisa naik dan turun, dan lain sebagainya. Tentu itu semua membutuhkan fokus untuk memahaminya.

Meskipun awalnya Portgas memang tidak mengerti apapun tentang pasar modal ataupun saham. Tetapi seiring berjalannya waktu, Portgas pun memahaminya. Setidaknya dia mengetahui tentang Perusahaan apa yang ingin dia investasikan.

Dan dia pun ikut berinvestasi di Perusahaan yang sudah dia Analisa sebelumnya. Ternyata Keputusan Portgas untuk memahami pasar modal juga membuatnya memahami salah satu kelebihannya.

Yaitu bisa melakukan analisa yang cukup mendalam walaupun dengan sumber informasi yang terbatas. Dia menikmati kegiatan menganalisa sebuah emiten yang melantai dibursa saham. Baginya itu bukanlah kegiatan yang membosankan, Tetapi menyenangkan.

Portgas Yang Mempelajari Hal - Hal Baru

Hal itu membuat Portgas bisa mengambil sedikit keuntungan dari pasar modal. Meskipun pada awalnya dia mengalami beberapa kerugian. Tetapi karna Portgas melakukannya dengan hati yang senang, Maka dia pun mempelajarinya dengan lebih fokus dan mendalam.

Mengatur Pola Pikir

Setelah mengetahui salah satu kelebihannya, Portgas mulai mengatur pola pikirnya. Salah satunya adalah memperbanyak bersyukur. Dimana dia bisa menghasilkan uang ditempat yang menjadi favoritnya, Yaitu Pantai.

Memang gajinya tidak seberapa, Tetapi gajinya cukup untuk membuatnya bisa hidup dengan layak. Seperti makan 3 kali sehari, tempat tinggal yang layak, rekan – rekan kerja yang baik dan tidak toxic.

Portgas Yang Semakin Percaya Diri

Bahkan selain hidup layak, Gajinya yang tidak seberapa itu juga membuat Portgas tetap bisa melakukan investasi di pasar modal. Kekurangan Portgas memang hanya pada masa lalu yang kurang beruntung.

Luka batin yang sudah lama dipendamnya itu sering kambuh dan membuat mood Portgas rusak sepanjang hari. Tetapi Portgas tidak menyerah, Dia terus berusaha untuk menyembuhkan luka batinnya itu dan Ikhlas untuk menerima takdirnya tersebut.

 

Minggu, 08 Maret 2026

Kecewa Tetapi Tetap Tidak Berkonflik

Saat ini profesi Portgas adalah sebagai seorang penjaga Pantai. Jadi tidak aneh bila saat ini waktunya banyak dihabiskan dipinggir Pantai. Ditambah lagi Pantai tempatnya bekerja cukup terpencil dan jauh dari perkotaan.

Meskipun begitu, Pantai tempatnya bekerja tetap diminati oleh banyak wisatawan. Dan membuat ekonomi di wilayah tersebut tumbuh. Hal itu membuat banyak orang tertarik untuk merantau ke wilayah tersebut.

Tidak terkecuali beberapa teman lama Portgas yang belum lama ini pindah dan tinggal disekitar wilayah tersebut. Tentu saja tujuan utama mereka pindah adalah untuk bekerja mencari uang.

Portgas Yang Memanfaatkan Waktu Luangnya Dengan Membaca Buku

Karna Portgas masih menjalin hubungan baik bersama mereka, Maka tidak heran bila sesekali mereka berkunjung ke pantai tempat Portgas bekerja. Tentu hal itu membuat hati Portgas senang, Setidaknya menghibur hatinya yang tengah berperang dengan luka batinnya.

Meski begitu, tujuan mereka datang adalah untuk berlibur sebagai seorang wisatawan local. Sambil bertemu dengan teman lamanya, Portgas. Jadi mereka beriwisata sambil reuni dengan teman lamanya yang saat ini bekerja sebagai seorang penjaga Pantai.

Wacana Yang Menjadi Komitmen

Suatu ketika ada beberapa teman lama Portgas yang mengusulkan untuk berkumpul untuk mengadakan acara buka puasa bersama. Diskusi pun dilakukan untuk menentukan tanggal dan tempat berlangsungnya acara.

Awalnya Portgas merasa segan untuk ikut berpartisipasi dalam acara tersebut. Karna tempat acaranya yang cukup jauh dari tempatnya tinggal saat ini. Hal itu membuat Portgas harus mengeluarkan effort lebih untuk datang ke acara tersebut.

Portgas Yang Menikmati Pekerjaannya Sebagai Seorang Penjaga Pantai

Dia harus mengorbankan waktu, Tenaga, dan uang untuk ikut berpartisipasi di acara buka puasa bersama tersebut. Karna memang profesinya sebagai seorang penjaga Pantai membutuhkan tenaga yang tidak sedikit.

Dia harus memastikan kondisi Pantai tempatnya bekerja tetap kondusif dan aman bagi para wisatawan yang berkunjung ke tempat tersebut. Lalu jalan yang harus dia tempuh untuk berpartisipasi juga cukup berat.

Mulai dari jalan yang gelap, sepi dan jauh. Tetapi karna sudah lama tidak bertemu dengan teman – teman lama, Maka Portgas memutuskan untuk ikut acara buka puasa bersama dengan mereka.

Suasana Tenang Dirumah Portgas

Walaupun jarak dari tempat acara buka puasa bersama dengan tempat tinggal Portgas cukup jauh. Dan Portgas lah yang tempat tinggalnya yang paling jauh bila dibandingkan dengan teman – temannya yang lain.

Singkat cerita, semua sudah sepakat dengan acara buka puasa bersama. Mulai dari tanggal dan tempat berlangsungnya acara. Semuanya berkomitmen, Termasuk Portgas untuk datang ke acara buka puasa tersebut.

Fakta Yang Mengecewakan

Harapan Portgas untuk ikut ke acara buka puasa bersama itu adalah bisa mengobrol dan bersenda gurau dengan teman – teman lamanya. Itulah sebabnya dia rela mengorbankan waktu, tenaga, dan uang untuk hadir di acara tersebut.

Tetapi pada kenyataannya ternyata berbeda, Tempat yang sebelumnya sudah ditentukan malah diubah mendadak. Hal itu membuat scenario yang lain ikut berubah dan tanpa ada rencana yang jelas.

Portgas Yang Akhirnya Memutuskan Untuk Buka Puasa Sendirian

Perasaan kecewa pun langsung muncul didalam hati Portgas. Harapannya untuk mengobrol bersama dengan teman – temannya pun luntur. Berubah menjadi rasa ingin cepat pulang ke rumah dan istirahat.

Ditengah rasa kecewa itu Portgas pun memutuskan untuk memisahkan diri. Lalu membatalkan kehadirannya untuk ikut acara buka puasa bersama dengan alasan yang dibuat – buat. Lalu dia mencari tempat berbuka puasa sendiri dan bergegas untuk pulang.

Saat itu hatinya tidak kesal dengan teman – temannya, Dia hanya kecewa dengan teman – temannya yang tiba – tiba mengubah rencana di detik – detik akhir. Meskipun begitu, Portgas tidak bermusuhan dengan teman – teman lamanya itu.

Senin, 02 Maret 2026

Si Periang Itu Tiba – Tiba Menjadi Pendiam

Portgas bukanlah satu – satunya orang yang bekerja menjadi seorang penjaga Pantai di tempat tersebut. Dia juga memiliki beberapa rekan – rekan yang juga ikut menjaga agar suasana Pantai tetap kondusif dan terkendali.

Tetapi beberapa bulan kebelakang, Portgas lebih banyak merenung sendirian disebuah tempat saat sedang bekerja. Dia menyendiri sambil menikmati kopi, Lalu bengong dengan menatap kearah Pantai.

Awalnya dia adalah orang yang periang dan suka berbicara dengan para pengunjung di Pantai tempatnya bekerja. Bahkan sesekali dia juga bercanda dengan para pengunjung tersebut.

Portgas Yang Sedang Berjalan Sendirian Sambil Menikmati Kopi

Tetapi semenjak luka batinnya sering kambuh, Dia memilih untuk menyendiri seperti menghindari interaksi dengan orang lain. Dia hanya berinteraksi seperlunya saja dan langsung pada intinya.

Padahal dulu dia sering ikut bermain minisoccer bersama dengan tetangga, teman – teman, dan rekan – rekan kerjanya. Awalnya Tindakan Portgas itu memang membingungkan rekan – rekan kerjanya.

Bagaimana mungkin orang yang periang menjadi pendiam. Tetapi seiring berjalannya waktu, Rekan – rekan kerjanya pun memakluminya. Portgas membutuhkan ruang untuk memulihkan luka batin yang sudah lama dia pendam.

Menyendiri Bukan Berarti Tidak Peduli

Memang saat berkerja sebagai seorang penjaga Pantai, Portgas lebih banyak berdiam diri lalu menikmati kopi sambil mengawasi kondisi Pantai. Dan bila pengunjung Pantai sedang sepi, Maka dia lebih memilih untuk membaca buku.

Dia merasa lebih nyaman bekerja seperti itu, Dibandingkan mengobrol dengan rekan kerjanya. Tetapi bukan berarti Portgas tidak peduli dengan kondisi rekan – rekan kerjanya. Sesekali dia juga terlibat dalam obrolan Panjang dengan mereka.

Portgas Yang Sedang Duduk Sendirian

Tetapi bila topiknya berubah menjadi forum gossip, Portgas pun langsung meninggalkan forum tersebut dengan berbagai alasan. Sebenarnya Portgas senang mengobrol dengan orang lain, entah itu rekan kerjanya atau pengunjung Pantai.

Tetapi bila topiknya kearah hal yang kurang penting seperti membicarakan kekurangan orang lain, Maka dia akan langsung kehilangan minat. Bila itu terjadi, Maka Portgas akan lebih memilih untuk memisahkan diri dari obrolan tersebut.

Jadi jelas, sikap Portgas yang berubah menjadi pendiam dan suka memisahkan diri bukan berarti tidak peduli. Dia hanya berusaha untuk menjaga hatinya tetap tenang dan tidak terbebani oleh apapun, Karna Luka batinnya sudah cukup melelahkan pikiran dan perasaannya.

Sendiri Bukan Berarti Kesepian

Manusia adalah mahluk social, Jadi jelas bersosialisasi dengan orang lain itu penting. Dan menurut Portgas, Manusia bisa berkembang melalui kolaborasi serta hubungan yang sehat dilingkungan yang tepat.

Sendirian Seringkali Membuat Hati Portgas Merasa Lebih Tenang

Jadi Tindakan menutup diri adalah Tindakan yang kurang tepat. Dan disini Portgas bukan menutup diri, Tetapi menyaring serta mencari kolaborasi yang tepat dengan hubungan yang sehat.

Portgas bisa saja terlihat akrab dengan orang yang baru saja dia temui. Bila memang orang itu memiliki minat dan pola pikir yang sama dengan dirinya. Tetapi Portgas bisa saja menjadi sangat pendiam saat bertemu dengan teman lamanya, Bahkan seperti orang yang belum kenal.

Hal itu karna teman lamanya tidak memiliki minat dan pola pikir yang sama dengan Portgas. Jadi bagi Portgas, kesendirian bukan berarti kesepian. Bila memang orang – orang disekelilingnya tidak membuatnya nyaman, Maka dia lebih memilih untuk menyendiri.

Seperti yang sudah pernah dibahas sebelumnya bahwa Portgas mulai bersikap apa adanya. Hal itu terjadi karna memang dirinya sudah tidak bisa lagi menahan beban luka batinnya. Dan menurutnya cara untuk mengurangi beban tersebut adalah bersikap apa adanya.

Terkadang Melakukan Snorkeling Sendirian

Lebih baik duduk sendirian dibandingkan dikelilingi oleh teman – teman yang tidak memiliki pola pikir serta minat yang sama. Hal itu hanya akan menambah potensi beban batin yang cukup melelahkan.

Portgas sangat sadar, Profesinya sebagai seorang penjaga Pantai membutuhkan Kerjasama tim yang solid. Jadi dia menyadari kapan harus berjalan sendiri, dan kapan harus berjalan bersama – sama sebagai sebuah kelompok.

Jadi kesendiriannya bukan berarti dirinya kuat menghadapi segalanya. Tetapi dia sedang memilih untuk berkolaborasi sekaligus menjalin hubungan yang sehat dengan rekan – rekan yang tepat.

Terus Berdoa, Berusaha, Dan Beryukur

Fokus pada goals – goals yang sudah ditetapkan diawal tahun 2025, bukan berarti pertanyaan yang sering menghantui pikirannya hilang. Dan pertanyaan itu adalah “Sampai kapan kamu akan seperti ini ?”.

Sebuah pertanyaan sederhana tetapi sulit untuk dijawab oleh Portgas. Tetapi dibandingkan memikirkan jawaban dari pertanyaan tersebut. Portgas lebih memilih untuk menyibukkan diri dengan fokus pada goals – goalsnya.

Bekerja Sungguh - Sungguh Adalah Wujud Dari Rasa Syukur Portgas

Dia juga tidak lupa untuk selalu bersyukur karna selama tahun 2025 kemarin, tubuhnya sudah diberikan Kesehatan dan kekuatan untuk bekerja mencari rezeki yang halal.

Walaupun ditahun tersebut, Portgas juga lebih banyak bertarung dengan pikirannya sendiri. Bagi Portgas, Luka batin yang sudah dipendam lama memang sulit untuk dikalahkan.

Solusi yang dia gunakan saat ini adalah membuat dirinya tetap sibuk. Hingga pikirannya tidak lagi memiliki ruang untuk memikirkan pertanyaan yang selalu menghantuinya.

Senin, 23 Februari 2026

Portgas Menikmati Kesendirian Tanpa Kesepian

Disuatu hari yang indah dengan nuansa pantai diwilayah tropis, terdapat seorang penjaga Pantai Bernama Portgas. Seorang pria yang berumur sekitar 25 tahunan yang memiliki sifat penyendiri karna luka batin dimasa lalunya.

Hal itu membuatnya memiliki kebiasaan yang cukup unik diantara rekan – rekan kerjanya. Seperti lebih banyak diam saat sedang berkumpul dan lebih memilih untuk menyendiri di tempat tertentu sambil menikmati kopi.

Portgas Yang Berjalan Sendirian Dipantai

Seperti yang sudah kita ketahui, Pantai merupakan tempat kerja sekaligus tempat favorit Portgas. Jadi menikmati kopi sambil menyendiri bukanlah kegiatan yang membosankan bagi seorang pria Bernama Portgas. 

Dia benar – benar menikmati kegiatan tersebut, Sambil memandangi lautan biru yang bersih dan kehagatan dari sinar matahari di Pantai tropis. Lalu begitu tugasnya sebagai seorang penjaga Pantai selesai, Dia akan langsung pulang kerumah untuk istirahat.

Fokus Pada Tujuan Dan Melapangkan Hati

Begitulah keseharian Portgas saat ini, Energinya selalu terfokus pada goals – goals yang pernah dia tetapkan diawal tahun 2026 kemarin. Dia tidak lagi mau membuang – buang energinya untuk hal – hal yang menurutnya tidak penting.

Mindset dibenerin, badan dibagusin, dan ibadah dibanyakin. Kira – kira seperti itulah pikiran Portgas saat ini. Walaupun kenyataannya luka batinnya sering kali menganggu pikiran dan semangatnya.

Cara Portgas Meluapkan Kesedihannya

Tetapi bila itu terjadi, Maka Portgas akan memilih untuk berhenti sejenak dari kegiatannya. Lalu bergegas menyeduh kopi untuk dinikmati. Setelah selesai, Maka dia akan memilih tempat yang menurutnya nyaman untuk berdiam diri.

Disitulah Portgas akan duduk sendirian sambil menikmati secangkir kopi yang sudah dia buat sebelumnya. Barulah pikirannya mulai melayang – layang tanpa arah yang jelas, Sambil memantapkan hati untuk Ikhlas.

Penghianatan Orang – Orang Terdekat

Sering kali dalam kesendirian itu Portgas mengingat hal – hal yang sudah terjadi dimasa lalu. Bukan untuk menyesali Keputusan yang sudah diambil, Tetapi berusaha mencari pelajaran dari kesalahan – kesalahan yang pernah dia perbuat dimasa lalu.

Seperti terlalu percaya pada orang lain, Dan orang lain ini adalah orang terdekat seperti orang tua dan mantan pacarnya. Selain luka batin, Portgas juga pernah memiliki kisah cinta yang menyakitkan dimasa lalu.

Portgas Berjalan Sendirian Dipantai Dengan Wajah Yang Datar

Tetapi luka karna cinta dimasa lalu itu sudah lama kering dan sembuh. Bahkan Portgas pun sudah melupakan Wanita yang dahulu pernah menyakitinya. Hal ini sangat berbeda dengan luka batin yang benar – benar menguras energi Portgas.

Hal ini pernah dibahas sebelumnya, Dimana masa kecil Portgas yang kurang bahagia dan penuh dengan tekanan. Dia juga diabaikan dan tidak dihargai oleh kedua orang tuanya karna kemampuannya dibidang akademik dianggap kurang.

Terbiasa Sendirian

Pengianatan yang pernah dialami oleh Portgas membuatnya tidak mudah percaya pada orang lain. Dia lebih percaya pada dirinya sendiri untuk melakukan sesuatu. Bahkan hanya untuk hal – hal sepele pun Portgas lebih memilih untuk melakukannya sendiri.

Seperti membeli air mineral atau beberapa cemilan di warung, Portgas lebih memilih tidak melakukannya sendiri agar lebih bebas dan puas. Hal itu ternyata membuatnya menjadi terbiasa untuk menyendiri.

Portgas Yang Merasa Lebih Nyaman Sendirian

Memang awalnya terasa aneh, karna Portgas merasa kesepian. Tetapi lama kelamaan dia mulai terbiasa dengan kesendirian tersebut. Dan seiring berjalannya waktu, dia mulai merasa nyaman dengan kesendirian tersebut.

Dan seperti yang sudah dibahas diawal, Portgas sering menyendiri sambil menikmati secangkir kopi. Karna bagi Portgas, Kesendirian itu bukan berarti kesepian. Itu adalah sebuah pilihan untuk menjaga hati tetap tenang dan tidak terikat oleh siapa pun.


Rabu, 18 Februari 2026

Tetap Fokus Dan Konsisten Dengan Goals - Goals Yang Sudah Ditetapkan

Tempat favoritnya adalah Pantai, Itulah yang menjadi alasan kuat kenapa Portgas mau menerima pekerjaan sebagai seorang penjaga Pantai. Bisa tetap produktiv ditempat yang memang menjadi favoritnya.

Dan sebagai seorang pria yang masih muda, Tentu Portgas memiliki ambisi dan semangat yang membara. Dia selalu ingin membuat dirinya menjadi lebih baik disetiap harinya. Mulai dari segi finansial, Pola pikir, dan mental.

Karna ditahun 2025 kemarin Portgas lebih banyak bertarung dengan luka batin dan pikirannya sendiri. Tentu hal itu menguras banyak energi, Meski begitu Portgas tetap berusaha untuk fokus mengerjakan pekerjaannya sebagai seorang penjaga Pantai.

Portgas Yang Sedang Duduk Sendirian Di Kursi Taman

Hingga akhirnya diawal tahun 2026 ini dia membuat Goals – goals yang harus dikerjakan dan diwujudkan. Mulai dari lebih rajin melakukan olahraga, mempelajari hal – hal baru, dan belajar untuk menguasai Bahasa asing.

Tentu saja itu semua membutuhkan fokus dan semangat untuk bisa menjadi individu yang lebih baik dibandingkan sebelumnya. Itu semua menjadi sangat sulit untuk diwujudkan bila luka batin Portgas sedang kambuh.

Karna itu membuat fokusnya terganggu dan semangatnya menurun. Belum lagi bisikan – bisikan dikepala yang sudah menghantuinya sejak lama. Meski begitu Portgas tetap berusaha untuk bisa tetap fokus dan menjaga semangatnya. 

Portgas Yang Selalu Berusaha Untuk Mengaja Semangat Tetap Membara

Berdiam disebuah taman sendirian sambil menikmati lingkungan sekitar. Itulah salah satu kegiatan yang Portgas lakukan untuk mengusir perasaan hatinya ketika sedang tidak stabil. Dia merasa hal itu bisa membuatnya mendalami cara alam semesta bekerja.

Salah Satu Kegiatan Pelarian Portgas Untuk Menjaga Semangat

Duduk diam ditaman sendirian membuat pikirannya bisa diajak berdiskusi dengan tenang. Terutama hal – hal yang berhubungan dengan rasa kecewa dan luka batinnya. Intinya dia berusaha untuk berdamai dengan masa lalunya.

Dia sudah tidak mau lagi menghabiskan energinya yang berharga untuk mengurusi luka batinnya. Seperti yang sudah terjadi pada tahun 2025 kemarin. Dia ingin fokus dengan kesempatan yang ada didepan mata. 

Lalu mengapgrade kemampuannya agar nilai valuenya bisa meningkat. Dalam lamunan ditaman itu, Portgas memilikirkan alasan kuat agar tetap semangat untuk konsisten pada goals – goals yang sudah dia tetapkan.

Keadaan Saat Ini

Memang secara finansial Portgas masih jauh dari kata mapan, Meski begitu dia tetap bisa memenuhi kebutuhan pokoknya. Seperti makanan yang bisa dia nikmati 3 kali sehari, Bahkan kadang dia juga bisa membeli kopi disebuah café.

Lalu soal pakaian, Portgas juga tidak merasa kekurangan. Begitu juga dengan rumah yang menjadi tempat tinggalnya selama bekerja sebagai seorang penjaga Pantai. Dan hal yang paling disyukuri oleh Portgas adalah dirinya tidak memiliki hutang apapun.

Tetap Berusaha Untuk Fokus Dan Melakukan Yang Terbaik

Jadi memang Portgas tidak bermasalah secara finansial, Meskipun dia juga belum bisa disebut sebagai pria mapan. Dan secara pola pikir, dia juga selalu berfikir secara logis dan objektif.

Itulah yang membuatnya terlihat lebih tenang ketika ada masalah dipekerjaannya. Padahal sebenarnya dia juga bingung memikirkan solusi untuk menyelesai masalah tersebut. 

Satu – satunya yang menjadi masalah bagi dirinya saat ini hanyalah luka batin yang sudah lama mengendap didalam hatinya. Itulah yang saat ini sedang berusaha dia sembuhkan.

Dan karna luka batin itu jugalah, Portgas sering ragu – ragu dalam mengambil keputusan. Dia juga jadi lebih suka menyendiri seolah - olah menghindari interaksi sosial dengan teman - teman serta rekan kerjanya.

Selasa, 10 Februari 2026

Membakar Rasa Kecewa, Amarah, Dan Ego

Sebagai seorang penjaga Pantai seperti Portgas, menjaga Kesehatan dan kebugaran tubuh merupakan hal yang wajib. Dia harus mampu bergerak cepat, gesit, dan memiliki ketahanan fisik yang Tangguh.

Tentu saja itu membuat Portgas selalu berolahraga disetiap paginya. Dan itu menjadi suatu kegiatan rutin dipagi hari. Lalu setelah selesai dengan kegiatan olahraga, Portgas melakukan pendinginan.

Tetap Berusaha Bekerja Sebaik Mungkin

Dan membasuh badannya yang penuh keringat itu dengan handuk. Setelah itu bergegas untuk mandi agar tubuh dan pikirannya terasa segar. Lalu berpakaian dan menyantap sarapan.

Setelah selesai melakukan itu semua, Portgas pun berangkat ke Pantai yang menjadi tempatnya mencari nafkah. Lama kelamaan Portgas merasa bahwa ritual pagi ini bukan hanya untuk menjaga Kesehatan dan kebugaran tubuhnya.

Tetapi juga untuk membakar sekaligus meredam rasa amarah, kecewa, dan ego yang ada didalam dirinya. Hal itu disadari betul oleh Portgas, Dan inilah yang menjadi alasan kuat kenapa dia rajin untuk berolahraga disetiap pagi.

Ketahanan Fisik Portgas Bukan Jaminan

Bisa dibilang, dialah orang yang paling bugar dan sehat bila dibandingkan dengan rekan – rekan kerjanya sekaligus teman – temannya. Hal itu bisa dilihat dengan jelas ketika bermain minisoccer dengan mereka.

Portgas Yang Lebih Suka Menyendiri

Dimana Portgas memperlihatkan ketahanan fisiknya yang diatas rata – rata bila dibandingkan rekan – rekan sekaligus teman – temannya yang lain. Tetapi dalam hal pekerjaan, Seringkali Portgas tidak terlalu dianggap dan menjadi pilihan utama.

Rekan – rekan kerjanya yang lain terkadang malah menempati posisi yang Istimewa. Padahal kinerjanya terlihat biasa – biasa saja bila dibandingkan dengan Portgas. Sebagai manusia biasa, Tentu saja Portgas merasa sangat kecewa.

Meski begitu Portgas tidak larut dalam kekecewaan dan kesedihan. Dia tetap berusaha untuk fokus goals – goals yang sudah ditetapkan sebelumnya. Dia selalu ingat bahwa jangankan orang lain, Orang tuanya saja tidak menjadikannya pilihan.

Pikiran itulah yang selalu menguatkan hatinya ketika muncul perasaan kecewa. Lalu setelah itu Portgas mengobatinya dipagi hari dengan berolahraga atau workout. Memang berat, Tetapi itulah tantangan yang harus dihadapi oleh Portgas.

Portgas Lebih Memilih Santai Di Cafe Dibanding Sakit Hati

Ada banyak hal yang menyakitkan pernah terjadi pada Portgas saat masih kecil. Terutama dengan kedua orang tuanya, Hingga membuat dirinya memiliki luka batin yang sulit untuk disembuhkan.

Kenangan – kenangan buruk itu selalu muncul saat perasaan kecewa muncul didalam hatinya. Dan itu sangat mengganggu pikirannya hingga membuatnya menjadi tidak produktif. Duduk diam sambil menjaga Pantai, Tetapi pikirannya sedang berperang.

Terkadang ada orang yang memberikannya motivasi, Tetapi Portgas meresponnya dengan tersenyum sambil memandangi orang tersebut. Setelah itu dia pun pergi meninggalkan orang tersebut tanpa mengucapkan kata apapun.

Karna pada dasarnya, Portgas sama sekali tidak membutuhkan motivasi. Dia hanya butuh kesempatan untuk bisa menyembuhkan luka batinnya. Sesuatu yang sangat sulit dilakukan olehnya, Hingga dia memutuskan untuk berdamai dengan masa lalunya.

Mengatasai Luka Batin

Sudah banyak yang dilakukan oleh Portgas untuk bisa berdamai dengan masa lalunya. Mulai dari olahraga yang teratur, banyak membaca buku dan mempelajari hal – hal baru, hingga memperbanyak ibadah.

Fokus Dengan Goals - Goals Yang Sudah Ditetapkan

Semua itu dilakukan Portgas dengan konsisten dan fokus. Tentu saja kegiatan – kegiatan itu membuatnya membatasi waktunya untuk hal – hal yang tidak terlalu berguna baginya. Karna prioritasnya saat ini adalah bisa sembuh dari luka batinnya.

Jadi waktu untuk berkumpul bersama teman – teman atau tetangga disekitar rumahnya dikurangi. Interaksi yang terjadi hanya seperlunya saja, Dan Portgas akan datang berkumpul dengan mereka ketika memang ada pembicaraan yang sangat penting.

Luka batinnya sudah cukup untuk menganggu produktifitasnya. Dia jadi tidak fokus dan sulit untuk berkonsentrasi ketika sedang mempelajari hal – hal baru. Bisa dibilang hanya kegiatan olahraga yang tetap konsisten dilakukan Portgas setiap hari.

Senin, 02 Februari 2026

Portgas Yang Berusaha Berdamai Dengan Masa Lalu

Bulan sudah berganti dari januari ke febuari, Portgas yang baru saja mendapatkan gaji juga menjalani hari – harinya seperti biasa. Menjaga Pantai untuk tetap kondusif dan nyaman bagi para pengunjung yang datang.

Dia masih fokus pada goals – goals yang sudah ditetapkannya diawal tahun. Meskipun tantang yang menghadangnya adalah dirinya sendiri. Karna sudah sejak lama Portgas menilai bahwa dirinya hanyalah orang yang bodoh.

Portgas Yang Fokus Walaupun Suasana Hatinya Berantakan

Orang yang bodoh adalah orang yang tidak Istimewa dan tidak memiliki kemampuan apapun. Itulah yang sering kali terdengar ditelinga Portgas ketika sedang berjuang dan bekerja keras. Tentu saja label seperti itu tidak datang dan melekat dengan sendirinya.

Ada banyak peristiwa menyakitkan dimasa kecil Portgas. Mulai dari tidak didengar, dihianati, dan diabaikan pernah dialami Portgas saat masih kecil. Tetapi saat ini Portgas berusaha untuk melawan itu semua dan menyembuhkan luka batinnya.

Berdamai Dengan Masa Lalunya

Sepanjang tahun 2025 kemarin, Portgas sudah berusaha untuk menyembuhkan luka batin di hatinya. Meski tahun sudah berganti menjadi 2026, perjuangan Portgas untuk menyembuhkan luka batinnya belum juga selesai.

Bahkan sepertinya masih jauh dari kata selesai, Tetapi Portgas tidak menyerah untuk menyembuhkan luka batinnya tersebut. Hari – hari dilewati seperti biasa, sambil meyakinkan diri bahwa dia bisa mencapai semua goals – goalsnya.

Portgas Yang Sedang Duduk Merenungi Luka Batinnya

Singkatnya, Dia sedang berusaha keras untuk berdamai dengan masa lalunya. Peristiwa – peristiwa menyakitkan yang pernah terjadi saat dirinya masih kecil, perlahan berusaha untuk dia hapus didalam ingatannya.

Cukup sederhana tetapi pada kenyataannya sangat sulit untuk dilakukan. Karna kenangan yang menyakitkan itu sudah mengendap lama didalam hatinya. Jadi butuh kelapangan dada dan kesabaran yang luar biasa untuk menyembuhkannya.

Olahraga Menjadi Kegiatan Pelarian

Seperti yang sudah diceritakan sebelumnya bahwa Portgas adalah seorang penjaga Pantai yang suka sekali berolahraga. Awalnya kegiatan ini hanya bertujuan untuk mendukung fisiknya sebagai seorang penjaga Pantai.

Portgas yang memang menyukai olahraga pun melakukan kegiatan itu dengan sepenuh hati. Dia sangat bersemangat melakukan olahraga yang memang menjadi passionnya. Terutama minisoccer, Lari atau jogging, dan workout.

Tetapi seiring berjalannya waktu, kegiatan ini berubah menjadi sebuah kegiatan pelarian. Dari yang awalnya bertujuan untuk menguatkan fisik, Menjadi kegiatan untuk melupakan sebuah peristiwa yang menyakitkan.

Lari Pagi Merupakan Rutinitas Pagi Portgas

Bisa dibilang, kegiatan olahraga bagi Portgas bukan hanya untuk membakar kalori atau lemak. Tetapi untuk melampiaskan emosi dan rasa sedih yang sudah tertahan lama. Jadi bila Portgas tidak olahraga pada hari itu, maka itu akan menganggu moodnya.

Memang terdengar aneh, Tetapi itulah yang dialami oleh Portgas yang saat ini berprofesi sebagai seorang penjaga Pantai. Bukan hanya membakar lemak, Tetapi juga memori masa lalu yang tidak ingin dia ingat – ingat lagi.

Sebuah ingatan yang menyakitkan, Dimana dia dipaksa melakukan suatu yang sebenarnya tidak ingin dia lakukan. Dan yang lebih menyakitkan lagi bagi Portgas adalah fakta bahwa paksaan itu dilakukan oleh orang tuanya sendiri.

Senin, 26 Januari 2026

Portgas Fokus Pada Goals - Goals Yang Sudah Ditetapkan

Tahun 2026 sudah berjalan sekitar 1 bulanan, Portgas pun tetap mengerjakan apa yang sudah menjadi tugasnya sebagai seorang penjaga Pantai. Goals – goalsnya yang pernah dibuatnya diawal tahun pun diuji konsistensinya.

Apakah Portgas masih bersemangat untuk mencapai Goals – goalsnya atau tidak. Karna memulai sesuatu hal yang positif membutuhkan kebiasaan. Dan itu akan sulit untuk diwujudkan bila tidak konsisten dalam mengejar Goals – goals tersebut.

Portgas Yang Sedang Berjalan Santai Setelah Selesai Jogging

Meski begitu Portgas tetap berusaha untuk tetap fokus dengan apa yang ada didepan mata. Dia melakukan tugas – tugasnya dengan baik sebagai seorang penjaga Pantai. Datang lebih awal dan lebih aktiv melayani pengunjung dibandingkan sebelumnya.

Karna sebelumnya dia lebih sudah berdiam diri dan bengong dengan tatapan yang kosong. Tetapi saat ini dia sudah terlihat berbeda, Meskipun Portgas masih suka menyendiri. Mungkin kesendirian bisa membuatnya lebih nyaman.

Selain menyendiri, Dia juga terlihat lebih banyak diam dan mendengarkan ketika berkumpul dengan rekan – rekannya. Sesekali dia juga ikut tertawa terbahak – bahak bersama rekan – rekannya itu.

Luka Batin Yang Menganggu

Setiap perubahan memiliki kendala dan tantangan yang berbeda – beda. Tetapi dalam kehidupan portgas yang sedang mengejar goals – goalsnya, luka batin dan kenangan masa lalu adalah kendala terberatnya.

Pekerjaannya sebagai seorang penjaga Pantai ternyata bukanlah sebuah kendala baginya. Karna faktanya luka batinlah yang membuat Portgas tidak bersemangat dalam mengejar goals – goals yang sudah dia tetapkan sebelumnya.

Portgas Yang Berusaha Menyembuhkan Luka Batinnya

Seperti sulit berkonsentrasi ketika sedang belajar Bahasa asing dan kurangnya semangat dalam mempelajari hal – hal baru. Tetapi Portgas bukanlah orang yang mudah menyerah, Dia terus berusaha untuk melakukan dan menyejar Goals – goalsnya.

Bila kenangan pahit tentang masa lalu sedang muncul dan menganggu fokusnya, Dia akan berdiri dan berjalan – jalan sebentar untuk menenangkan diri. Lalu setelah itu duduk dengan tenang sambil membaca buku.

Hasil Dari Progress

Memang Portgas mengalami beberapa kendala dalam mengejar goals – goalsnya. Tetapi bukan berarti dia tidak memiliki progress sama sekali. Dalam hal olahraga dia memiliki progress yang cukup memuaskan hatinya.

Dan ini membuat Portgas bersemangat untuk mengejar goals – goals lainnya. Meskipun luka batin sering kali menghantui hati dan pikirannya. Seperti kekuatan fisik Portgas yang semakin kuat karna mampu berlari sekitar 12 – 14 KM dalam satu kali lari.

Portgas Yang Sedang Jogging Pagi Di Pinggir Pantai

Padahal sebelumnya Portgas hanya mampu menempuh jarak 10 KM saja dalam satu kali lari. Selain itu Portgas juga mampu menahan Gerakan Plank selama 2 menit lebih. Durasi yang lebih lama ketimbang sebelumnya yang hanya mampu bertahan 30 detik.

Kemajuan ini tentu saja sangat menggembirakan hati Portgas yang sedang berjuang untuk mengejar goals – goals yang lain. Meskipun luka batin terus saja menghantui pikiran dan hatinya setiap saat.


Senin, 12 Januari 2026

Portgas Core : Memulai Kebiasaan Baru Yang Positif Di Tahun 2026

Melakukan kebiasaan baru yang positif, Itulah yang dipikirkan Portgas diawal tahun 2026. Saat memasuki awal tahun 2026, Portgas langsung menetapkan tujuannya untuk memulai suatu kebiasaan baru.

Hal ini dilakukan agar dirinya bisa berkembang dan memiliki value lebih. Karna pada tahun sebelumnya, Tahun 2025 kemarin Portgas lebih banyak mengalami pertarungan dengan dirinya sendiri di dalam pikirannya.

Portgas Yang Sedang Melakukan Pull Up

Merasa bosan dan lelah menjalani hari - hari dengan beban pikiran seperti itu. Maka Portgas memutuskan untuk berubah kearah yang lebih baik di tahun 2026 ini dengan cara memulai kebiasaan - kebiasaan baru yang positif.

Entah ini adalah semangat yang hanya sesaat atau memang dia bisa konsisten dengan semangatnya itu. Terhitung saat ini Portgas sudah sekitar 2 tahun menjalani profesinya sebagai seorang penjaga Pantai.

Dan selama itu pula dia sudah menjalani kebiasaanya untuk melakukan hal – hal positif di pagi hari. Seperti melakukan aktivitas olahraga selama 1 jam lebih. Workout dan lari pagi adalah aktivitas olahraga yang sering dilakukan Portgas.

Suasana Rumah Portgas Yang Tenang Membuatnya Tetap Fokus

Awalnya memang dia hanya melakukannya selama beberapa menit. Tetapi seiring berjalannya waktu, Fisik Portgas menjadi semakin kuat dan dia menambah durasi olahraganya.

Hingga hari ini dia bisa kuat melakukan olahraga itu selama 1 jam lebih. Inilah yang membuat Portgas percaya diri dengan keputusannya untuk memulai kebiasaan - kebiasaan baru di awal tahun 2026.

Fokus Dengan Apa Yang Ada Di Depan Mata

Memasuki awal tahun 2026, Portgas berfikir lebih realistis dibanding tahun – tahun sebelumnya. Entah akan ada perubahan atau tidak didalam hidupnya, Dia akan terus berusaha untuk tetap fokus dengan kesempatan apa yang ada didepan matanya.

Saat ini dia memang berprofesi sebagai seorang penjaga Pantai, Dan dia sempat merasa bingung akan masa depannya. Kali ini dia tidak akan bingung lagi, Karna dia akan lebih fokus dengan apa yang menjadi tugasnya.

Tetap Berusaha Menjalankan Tugas Dengan Sebaik Mungkin

Lalu melakukan tugasnya itu dengan sebaik yang dia bisa, Tetapi kali ini dia juga akan melakukan kebiasaan – kebiasaan baru yang positif disela – sela pekerjaannya itu. Memang hal ini tidak banyak berpengaruh pada perubahan hidupnya.

Tetapi setidaknya, Tindakan ini membuat pikiran Portgas tetap waras dan tidak lagi diisi oleh hal – hal yang negative. Seperti pertanyaan yang selalu menghantuinya selama ini didalam pikirannya, “Mau sampai kapan seperti ini ?”

Lebih Sering Membaca Buku Dan Belajar Hal – Hal Baru

Salah satu kebiasaan baru yang ingin dilakukan Portgas adalah membaca buku. Dan kebetulan Portgas juga memiliki ketertarikan pada Sejarah – sejarah dimasa lalu. Karna baginya Sejarah itu akan menentukan kebiasaan dan pola pikir seseorang.

Seperti dirinya yang saat ini lebih banyak diam dan menyendiri. Hal itu disebabkan oleh Sejarah masa kecilnya yang kurang menyenangkan. Dan kejadian itu menyisakan luka batin dihatinya yang sulit untuk disembuhkan.

Mempelajari Hal - Hal Baru

Hal itu mendorongnya untuk tidak mengandalkan orang lain dan lebih senang untuk melakukan apapun sendirian. Seperti nongkrong disebuah cafĂ© sambil menikmati secangkir kopi. Selain membaca buku Sejarah, Portgas juga membaca buku – buku lainnya.

Seperti buku tentang marketing dan komik One Piece. Setelah membaca buku, Portgas juga mempelajari hal – hal yang baru. Ada 2 hal yang membuat Portgas tertarik, Hal itu adalah ilmu tentang Digital Marketing dan investasi saham.

Tentu saja Portgas membutuhkan waktu luang untuk mempelajari hal baru ini. Jadi setelah selesai dengan pekerjaannya sebagai seorang penjaga Pantai, Portgas langsung berberes dan langsung mempelajari hal baru tersebut.

Mulai dari cara membuat konten yang menarik hingga cara membuat iklan disosial media. Hal yang sama juga berlaku saat Portgas mempelajari apa itu saham. Kapan sebuah harga saham bisa naik, dan kapan sebuah harga saham bisa turun.

Berusaha Menerima Dengan Sabar Dan Ikhlas

Apa penyebabnya dan bagaimana cara kerjanya, Semua dipelajarinya secara perlahan dan konsisten. Setidaknya kebiasaan – kebiasaan baru ini membuat Portgas memiliki kesibukan baru yang lebih positif.

Dibandingkan tahun sebelumnya, Portgas lebih banyak diam sambil bengong. Dan didalam bengongnya itu pertanyaan “Mau sampai kapan seperti ini ?” terus tergiang didalam pikirannya hingga membuat dirinya bimbang.

Kebimbangan itu membuat Portgas menjadi galau dan sedih sepanjang hari. Hal itu membuat gairah dalam hidupnya menurun, Meskipun kebiasaan olahraga dipagi harinya tetap dia lakukan setiap hari.

Lebih Rajin Berolahraga

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, Kebiasaan berolahraga dipagi hari sudah dilakukan Portgas dari sejak beberapa tahun yang lalu. Tetapi pada tahun 2026 ini, Dia akan menambah durasinya hingga 1 setengah jam lebih.

Karna memang sebagai seorang penjaga Pantai, Portgas membutuhkan fisik yang sehat dan kuat. Selain itu, kegiatan fisik ini juga membantu Portgas untuk meluapkan emosi dan kemarahan yang selama ini terpendam didalam hatinya.

Portgas Yang Lebih Rajin Berolahraga Ditahun 2026

Jadi bisa dibilang bagi Portgas olahraga bukan hanya tentang membakar kalori, Tetapi juga membakar memori yang menyebalkan. Jadi targetnya jelas, Dia harus memperkuat fisiknya dengan berolahraga lebih lama dari tahun sebelumnya.

Jogging bisa kuat hingga 1 setengah jam lebih atau lebih dari 15 Km sekali lari. Begitu juga dengan Workout dipagi hari selama 1 setengah jam. Tentu ini bukanlah sebuah target yang berat bagi Portgas, Karna memang kegiatan olahraga adalah passionnya.

Mulai Belajar Berbahasa Asing

Setelah memulai kebiasaan untuk mengisi otak dan memperkuat fisiknya. Portgas juga ingin memperbaiki cara berkomunikasinya dengan orang lain. Terutama dengan para pengunjung dari negara lain atau luar negri.

Karna sempat beberapa kali Pantai tempat Portgas bertugas kedatangan tamu dari luar negri. Tetapi karna saat itu Portgas tidak bisa berbahasa asing, Akhirnya tamu dari luar negri itu merasa kurang puas dalam berkomunikasi.

Portgas Yang Sedang Membaca Buku

Hal itulah yang membuat Portgas berfikir untuk mulai mempelajari Bahasa asing di tahun 2026 ini, Seperti Bahasa inggris dan Bahasa jerman. Kedua Bahasa tersebut dipilih karna menurutnya dia bisa mempelajari kedua Bahasa tersebut.

Ditambah lagi Portgas juga sudah pernah mempelajari kedua Bahasa asing tersebut saat masih SMA. Mungkin Portgas tidak bisa terlalu ahli dalam kedua Bahasa tersebut, Tetapi setidaknya dia mengerti apa yang sedang dibicarakan oleh pengunjung dari luar negri tersebut. 

Rabu, 07 Januari 2026

Portgas Harus Lebih Baik Di Tahun 2026

Tahun sudah berganti dari 2025 menjadi 2026, Pergantian tahun kali ini Portgas berada di Pantai. Keberadaannya di Pantai bukan untuk liburan atau seru – seruan bersama teman – temannya, Tetapi untuk bekerja.

Karna memang dia adalah seorang penjaga Pantai, Jadi bukanlah hal aneh bila Portgas ada di Pantai pada saat malam pergantian tahun. Dia disana untuk memastikan semua aman dan terkendali.

Sambil menjalankan tugasnya sebagai seorang penjaga Pantai, Dia pun terlarut dalam pikiran dan mamunannya sendiri. Pertanyaan lama yang menghantui hati dan pikirannya pun mulai muncul. “Sampai kapan kamu akan seperti ini ?”.

Portgas Yang Mempersiapkan Diri Menjadi Lebih Baik Di 2026

Pertanyaan yang sebenarnya cukup sederhana, Tetapi cukup membuat Portgas berfikir Panjang untuk menemukan jawabannya. Memang efek luka batin yang sudah lama menggores hatinya itu sulit disembuhkan.

Hal itu membuat dia kehilangan beberapa kesempatan yang sudah ada didepan mata. Salah satunya adalah menolak ajakan teman lamanya untuk bekerja paruh waktu. Padahal pekerjaan yang ditawarkan cukup mudah dan bayarannya juga lumayan.

Pekerjaan yang ditawarkan juga tidak menganggu pekerjaan utama Portgas sebagai seorang penjaga Pantai. Tetapi karna Portgas merasa ragu pada dirinya sendiri dan tidak percaya diri, Maka tawaran itu dia tolak.

Alhasil, Sejak saat itu teman lamanya itu tidak pernah lagi menawarinya pekerjaan yang serupa pada Portgas. Walaupun teman lamanya itu sebenarnya sangat membutuhkan keterlibatan Portgas pada pekerjaannya itu.

Melepas Kesempatan Karna Ragu – Ragu

Rasa tidak percaya diri atau bahkan rendah diri Portgas saat itu tidak muncul tiba – tiba. Tetapi itu adalah efek dari luka batin dimasa kecilnya. Dimana saat itu dia dipaksa untuk menguasai semua mata Pelajaran sekolah.

Sering Kali Trauma Masa Lalu Itu Muncul

Karna Portgas tidak bisa melakukannya, Maka Portgas harus mempelajarinya lebih keras sampai bisa menguasainya. Dan hasilnya, Portgas tetap tidak bisa menguasai sebagaian besar mata Pelajaran tersebut.

Hanya Sebagian kecil yang mampu dikuasai oleh Portgas, Dan itu adalah mata Pelajaran olahraga. Badan Portgas memang sudah terlihat gesit sejak kecil, Bahkan sering kali main kejar – kejaran bersama teman – temannya saat sedang istirahat.

Dari situ terlihat bahwa kecepatan lari Portgas diatas rata – rata teman sebayanya. Ditambah lagi dia juga lincah dan terampil dalam hal kekuatan fisik. Itulah sebabnya, saat ini dia sangat menikmati profesinya sebagai seorang penjaga Pantai.

Meskipun begitu, orang tua Portgas tetap tidak peduli dan memaksanya untuk belajar lebih keras untuk menguasai semua mata Pelajaran akademiknya. Lagi – lagi hasil yang dia dapatkan masih saja mengecewakan.

Luka Yang Pernah Terjadi Dimasa Lalu Sulit Disembuhkan

Respon orang tua pun masih sama, Memaksa Portgas untuk belajar lebih keras agar bisa melakukannya. Dan kegagalan itu pun terus berlanjut dari tahun ke tahun. Dimarahi dan dihakimi oleh orang tua sudah menjadi makanan Portgas dari tahun ke tahun.

Tepatnya setiap tahun ajaran berganti atau serah terima rapot. Hal ini ternyata menimbulkan rasa tidak percaya diri dan rasa takut salah sebelum mencoba. Walaupun sudah dewasa tetapi perasaan ini terus dibawa oleh Portgas.

Hal itulah yang membuat Portgas menolak tawaran pekerjaan dari teman lamanya itu. Dan hal itu menjadi kesalahan Portgas di tahun 2025 yang dia sesalkan. Tetapi nasi sudah menjadi bubur, Jadi Portgas harus fokus untuk membuat bubur itu terasa lebih nikmat.

Lebih Mengenal Diri Sendiri

Walaupun ada beberapa kesempatan bagus yang dilewatkan Portgas pada tahun 2025, Dia tetap bersyukur dengan semua yang sudah terjadi. Setidaknya dia masih bisa menghasilkan uang dari profesinya sebagai seorang penjaga Pantai.

Tentu saja harapannya pada tahun 2026 ini, Dia bisa terbebas atau bahkan sembuh dari luka batin yang selama ini menghantuinya. Tetapi dengan luka batin itu, Portgas bisa lebih mengenal dan mengetahui siapa dirinya.

Portgas Saat Menjadi WO (Wedding Organizer)

Mulai dari apa yang dia suka dan tidak, Lalu kelemahan dan kekuatannya. Dari situ dia serusaha keras untuk berdamai dengan masa lalunya. Dan memaafkan kesalahan kedua orang tuanya, Meskipun itu dengan cara menjaga jarak.

Dia juga sadar bahwa tantangan hidup kedepannya akan menjadi lebih menantang. Jadi dia selalu memfokuskan apa yang bisa dia lakukan saat ini. Lalu mempelajari hal – hal baru yang memang disukai olehnya.